TMII Mendadak Jadi Kebumen! Ribuan Diaspora Tumpah Ruah di Festival Walet Emas

Daerah, Headline196 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Museum Purna Bhakti Pertiwi, dipadati ribuan warga asal Kabupaten Kebumen, Minggu (26/4/2026). Mereka menghadiri Festival Walet Emas yang digelar Ikatan Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas sebagai ajang halal bihalal diaspora Kebumen di Jabodetabek dan sekitarnya.

Ketua panitia, Karin Astuti, mengatakan tema festival tahun ini adalah Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kartini.

Acara dimeriahkan aneka kesenian khas Kebumen seperti ebleg (kuda lumping), serta sekitar 200 tenda UMKM yang menghadirkan berbagai produk dan kuliner khas. Di antaranya Sate Ambal, tempe gembus, lanting, hingga mendoan.

Kesenian Betawi ondel-ondel juga ikut memeriahkan, terutama saat iring-iringan tokoh Kebumen menuju panggung utama. Hal ini menunjukkan keterbukaan warga Betawi terhadap para perantau.

Festival ini sekaligus menjadi ajang temu kangen diaspora Kebumen yang telah lama merantau. Diperkirakan sekitar 200 ribu warga asal Kebumen kini menetap di wilayah Jabodetabek. Banyak pengunjung bertemu kembali dengan teman dan saudara sekampung setelah belasan tahun tak berjumpa. Suasana hangat terasa dengan logat khas ngapak di berbagai sudut acara.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, anggota DPR RI Darori Wonodipuro, anggota DPRD DKI Dadiyono, serta anggota DPD RI sekaligus komedian Alfiansyah Bustami. Kehadiran Komeng mencuri perhatian warga dengan candaan khasnya.

“Saya merasa saat ini tidak berada di Jakarta, suasananya seperti di kampung sendiri, bau makanannya, logat khasnya sampai senyumnya benar-benar khas Kebumen,” kata Lilis.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyebut wilayahnya terbuka bagi warga asal Kebumen yang dikenal pekerja keras dan menjaga ketertiban. Sementara itu, Donny Ermawan Taufanto mengingatkan pentingnya menjaga nilai persatuan.

Ketua IWAKK Walet Emas, Ibnu Darmawan, mengatakan organisasinya memiliki sekitar 70 komunitas dengan filosofi “wani lan ulet, eling marang asale” (berani, ulet, dan ingat asal-usul).

Acara makin meriah dengan pengundian door prize berupa empat sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, serta berbagai kebutuhan rumah tangga. Menjelang malam, warga Kebumen mulai membubarkan diri dengan membawa kenangan dan kesan masing-masing.

IWAKK Walet Emas juga merencanakan penyelenggaraan Kebumen Travel Mart pada 27–29 mendatang bekerja sama dengan konsorsium travel agent. Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan pariwisata dan pembinaan UMKM. Selama Lebaran tahun ini, Kabupaten Kebumen mencatat kunjungan wisatawan sebanyak 675.348 orang. Angka tersebut berpotensi meningkat, mengingat sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Manganti, Goa Jatijajar, dan Pantai Surumanis, serta status Geopark Kebumen yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 17 April 2025. (*/ fit)

Komentar