Malam Mabit Cuan ke-2: Belajar Affiliate Gratis & Kajian Inspiratif Aa Gym

Headline, Pendidikan520 Dilihat

Tangerang Selatan (IndonesiaXpos) — Masjid Daarut Tauhid Tangerang Selatan menggelar Malam Mabit Cuan (MMC) ke-2 pada 3–4 November 2025. Program ini merupakan kolaborasi dengan Masjid Al Kahfi Bunut Bandung, yang menghadirkan pelatihan affiliate gratis untuk jamaah. Peserta belajar cara membuat konten, promosi produk, hingga strategi membangun penghasilan halal lewat media sosial.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh MC muda, Tristan dari tim Masjid Al Kahfi Bunut Bandung. Dengan gaya komunikatif dan hangat, Tristan mengajak jamaah memulai kegiatan dengan dzikir dan doa bersama, disertai sapaan santai yang mencairkan suasana. Ia juga memperkenalkan diri sebagai imam muda serta mentor affiliate, sembari mengingatkan peserta untuk meniatkan seluruh kegiatan sebagai amal ibadah.

Setelah pembukaan, sambutan pertama disampaikan oleh Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid Tangerang Selatan, Ustaz Edi Abu Marwa, yang mengawali dengan pantun jenaka. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kolaborasi dua masjid yang kini memasuki pertemuan kedua. “Program Malam Mabit Cuan ke 2 ini bukan sekadar pelatihan, tapi wadah membangun semangat belajar dan memperkuat ekonomi umat,” ujarnya.

Ustaz Edi juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk dakwah dan kebermanfaatan. Ia mengajak peserta aktif menggunakan media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. “Dunia digital harus kita kuasai agar membawa berkah. Jadikan media sosial sebagai sarana dakwah, bukan sekadar hiburan,” tegasnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Ustaz Akmal menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mencapai lebih dari 200 orang. Ia menjelaskan bahwa program ini akan menjadi agenda rutin bulanan sebagai wadah belajar, berkomunitas, dan berdakwah. “Mari jadikan masjid sebagai pusat aktivitas umat. Dari sini kita belajar, berkarya, dan berdakwah bersama,” ujarnya. Ia juga mengundang jamaah menghadiri Kajian Tauhid bersama Aa Gym pada 11 November mendatang.

Memasuki sesi pemateri, Pap Angga, selaku Humas Masjid Al Kahfi Bunut, membuka dengan materi tentang pentingnya konsistensi dalam membuat konten TikTok Affiliate. Ia menjelaskan bahwa peluang digital terbuka bagi siapa pun, bahkan tanpa produk sendiri. “Sekarang jualan bisa dari rumah, cukup dengan HP dan niat konsisten bikin konten,” ujar Angga. Ia juga menekankan etika dalam pembuatan konten agar membawa keberkahan dan manfaat.

Pemateri berikutnya, Iwan Obob, Pembina Masjid Al Kahfi Bunut, tampil membakar semangat peserta dengan gaya humoris namun sarat makna. “Hilangkan kata gaptek! Yang kurang ajar itu justru yang tidak mau belajar,” ujarnya disambut tawa dan takbir peserta. Ia berbagi perjalanan hidupnya dari sopir hingga menjadi kreator sukses dengan penghasilan puluhan juta rupiah per bulan. Menurutnya, kunci sukses ada pada keikhlasan, kesabaran, dan konsistensi.

Sesi dilanjutkan dengan Fahmi Fikri Munawar, alumni pesantren yang kini aktif sebagai afiliator dan pelaku bisnis digital. Ia menekankan konsep keberlimpahan rezeki berdasarkan Al-Qur’an. “Ingin rezeki miliaran? Mulailah dengan istigfar,” ujarnya. Fahmi juga menegaskan bahwa sedekah adalah kunci kekayaan sejati. “Bukan hemat pangkal kaya, tapi sedekah pangkal kaya,” katanya. Kini, Fahmi bersama timnya telah mencapai omzet miliaran rupiah dan berangkat umrah dari hasil kerja keras digital.

Sebagai penutup sesi, Ahmad membagikan pengalaman bahwa kesuksesan di media sosial tidak bergantung pada jumlah pengikut, melainkan pada cara menyampaikan pesan. Ia mencontohkan konten lucunya bertema “Akibat punya istri pendek jadi malu jalan sama suami,” yang justru meningkatkan penjualan. “Kekuatan jualan bukan di jumlah follower, tapi di cara kita menyentuh hati orang lewat konten,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup pada pagi hari kedua dengan tausiah dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengajak peserta menjaga niat dan menjadikan usaha sebagai jalan ibadah.

Program berakhir dengan doa dan foto bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana masjid dapat berperan dalam pengembangan ekonomi umat di era digital. (Afit)

Komentar