9 WNI Ditahan Israel, GPCI Gelar Malam Doa dan Solidaritas untuk Gaza

Headline, Politik41 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Ratusan aktivis kemanusiaan akan berkumpul di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat malam 22 Mei 2026. Mereka datang untuk satu tujuan mendoakan pembebasan sembilan warga negara Indonesia dan seluruh relawan kemanusiaan yang ditangkap pasukan Israel di perairan internasional.

Acara bertajuk “Malam Solidaritas dan Doa untuk Gaza” ini digagas oleh Jakarta Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). GPCI adalah jaringan aktivis yang fokus pada advokasi kemanusiaan dan perdamaian global.

Ketua GPCI Ustad Bachtiar Nasir, dalam keterangannya, kepada awak media (Rabu/20/5), mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk membebaskan para aktivis kemanuisaan Gaza itu.

”Termasuk upaya yang tidak lazim, yang oleh banyak orang dinilai tidak masuk akal,” ujar UBN, sapaan akrab Ustad Bachtiar Nasir.

Menurut GPCI, 9 WNI yang diculik Israel di perairan internasional tersebut, merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga sipil di Gaza. Kapal yang mereka tumpangi dihentikan secara paksa oleh angkatan laut Israel di laut internasional pada awal Mei 2026.

“Ini adalah pelanggaran hukum internasional. Aktivis kemanusiaan tidak boleh diperlakukan seperti kombatan. Mereka berangkat membawa obat, makanan, dan harapan,” kata UBN
Hingga kini, pihak keluarga di Indonesia belum bisa berkomunikasig dengan para WNI tersebut. GPCI mendesak pemerintah Indonesia dan PBB untuk segera melakukan intervensi diplomatik.

Malam solidaritas akan dimulai pukul 17.0 WIB. Acara diisi antara lain, doa bersama, testimoni rekan-rekan aktivis yang ditangkap, harapan dari pihak keluarga yang didatangkan langsung ke lokasi acara. Juga akan di tampilkan flyer dari sejumlah aktivis di luar negeri.

Panitia mengajak masyarakat umum untuk hadir dan membawa lilin sebagai simbol harapan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak punya batas negara. Malam ini, Jakarta berdiri bersama Gaza,” ujar UBN.

GPCI meminta pemerintah Indonesia untuk meningkatkan diplomasi yang lebih nyata agar para aktivis segera dibebaskan tanpa syarat. Mereka juga mengajak masyarakat untuk menyebarkan informasi dan menandatangani petisi daring yang sudah diluncurkan sejak minggu lalu.

“Bebaskan aktivis kemanusiaan. Bebaskan 9 WNI kami. Karena diam adalah bagian dari ketidakadilan,” tutup pernyataan GPCI.***(Fit)

Komentar