Jakarta (Indonesiaxpos) Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyambut para delegasi dari berbagai kota di Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) ke-8 yang digelar di Jakarta.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin kota di kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam perumusan kebijakan kesehatan masyarakat.
Rano Karno menyampaikan, Jakarta telah menjadi anggota aktif APCAT sejak 2012. Seiring perkembangan forum tersebut, APCAT dinilai berperan penting dalam memperkuat komitmen kota-kota terhadap pembangunan kesehatan berkelanjutan.
“Sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional, kemajuan Jakarta tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hidup dan kesehatan warganya,” kata Rano di Hotel JW Marriott, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (26/1).
Dalam kesempatan itu, Rano menegaskan pengendalian tembakau menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta. Setelah melalui proses panjang lebih dari 15 tahun, DPRD DKI Jakarta telah menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Regulasi tersebut mencakup larangan merokok dan penggunaan rokok elektrik di ruang publik dan tempat kerja, pembatasan penjualan produk tembakau di titik tertentu, serta pelarangan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau.
Untuk memastikan penerapan aturan berjalan efektif, Pemprov DKI Jakarta melibatkan berbagai perangkat daerah serta penegakan hukum oleh Satpol PP. Pengawasan juga terintegrasi dengan aplikasi JAKI yang memungkinkan masyarakat melaporkan pelanggaran.
Sepanjang 2024, ratusan laporan diterima setiap bulan melalui aplikasi tersebut.
“Esensi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok bukan pelarangan total, tetapi pengaturan ruang bersama secara adil dan berimbang tanpa mematikan aktivitas ekonomi,” tegas Rano.
Selain regulasi, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di fasilitas kesehatan untuk mendukung pemulihan para perokok. Klinik UBM terus dikembangkan agar masyarakat mendapatkan layanan medis dan konseling yang mudah diakses.
Rano juga menyoroti meningkatnya penggunaan rokok elektrik dan produk tembakau alternatif, terutama di kalangan anak muda. Menurutnya, anggapan rokok elektrik lebih aman perlu diluruskan sehingga pembatasan peredaran dan perlindungan terhadap anak di bawah umur harus diperkuat.
“Pengendalian tembakau adalah gerakan kolektif untuk melindungi masa depan warga dari ancaman penyakit. Masyarakat yang sehat adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi kota yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Jakarta berkomitmen memperkuat kolaborasi melalui APCAT dengan berbagi praktik baik dan memperkuat kepemimpinan lokal dalam pengendalian tembakau di kawasan Asia Pasifik. (*/fit)








Komentar