Banjir Sumatra Picu Krisis Air Bersih, Arsinum BRIN Dikerahkan

Headline, Nasional169 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merespons cepat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dengan menurunkan teknologi pengolahan air banjir menjadi air siap minum atau Arsinum.

Kepala BRIN Prof Arif Satria mengatakan, Arsinum ditempatkan di tiga titik terdampak banjir, yakni dua titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan satu titik di Kabupaten Tapanuli Tengah. Teknologi tersebut dihadirkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah situasi darurat.

“Arsinum ini memang kami kembangkan agar bisa langsung dimanfaatkan masyarakat. Air banjir bisa diolah menjadi air minum dan sudah kami uji langsung di lapangan,” ujar Arif dalam Media Lounge Discussion bersama awak media di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/12).

Arif menuturkan, BRIN memastikan teknologi yang diturunkan dapat beroperasi optimal dalam kondisi bencana. Arsinum dirancang untuk mengolah air banjir menjadi air layak konsumsi sesuai standar keamanan.

Teknologi ini ditempatkan dalam mobil khusus sehingga mudah dipindahkan ke berbagai lokasi terdampak. Dalam sehari, satu unit mobil Arsinum mampu memproduksi hingga 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Ia menambahkan, mobil Arsinum telah beroperasi sejak Sabtu lalu. Selain menyediakan air bersih, BRIN juga melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan air hasil olahan tersebut.

“Teknologi ini diharapkan menjadi solusi cepat saat terjadi krisis air bersih akibat bencana dan menunjukkan bahwa hasil riset bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya. (*/Afit)

Komentar