Jakarta (IndonesiaXpos) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyerukan pentingnya pendidikan karakter dan perdamaian lintas agama di hadapan puluhan tokoh dunia. Momen itu terjadi saat ia menjadi tuan rumah jamuan makan malam dalam rangkaian World Peace Forum (WPF) ke-9 di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Senen (10/11/2025).
Usai acara, Abdul Mu’ti menyebut forum ini menjadi ruang penting untuk membangun semangat perdamaian lintas iman sekaligus memperkuat karakter generasi muda Indonesia.
“Ini sebuah forum yang sangat penting, dihadiri oleh tokoh-tokoh dari 24 negara. Mereka adalah figur besar yang memiliki reputasi dalam berbagai pertemuan internasional dan gerakan perdamaian di berbagai belahan dunia,” ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan misi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menanamkan nilai-nilai sosial, gotong royong, dan kebersamaan kepada peserta didik.
“Forum ini relevan dengan kebiasaan hidup anak Indonesia yang keenam, yaitu bermasyarakat. Ini bagian dari bagaimana kita mengenalkan kepada generasi muda pentingnya membangun relasi sosial yang damai serta hubungan yang rukun antar kelompok agama,” jelasnya.
Abdul Mu’ti juga menilai forum ini menarik karena membuka ruang dialog antara nilai-nilai konservasi dalam Islam dan ajaran dari agama lain, termasuk Konghucu.
“Forum ini mencoba mendialogkan nilai-nilai keagamaan secara terbuka. Tan Sri Lee Kim Yew’s menjadi mitra lama CDCC yang terus mendukung penyelenggaraan World Peace Forum hingga yang ke-9 ini,” katanya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan pernyataan bersama (joint statement) yang bermakna dalam memperkuat kehidupan sosial yang damai dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat dunia.
Menanggapi penetapan sejumlah tokoh sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan 10 November, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh.
“Kami sepenuhnya memberikan apresiasi kepada pemerintah Presiden Prabowo yang sudah melakukan seleksi dengan sangat ketat. Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi saya yakin semua yang ditetapkan memang layak karena jasa-jasanya dalam memajukan bangsa,” pungkasnya. (Afit)










Komentar