Menyemai Empati, Menyentuh Hati: Inisiatif Yayasan Project HOPE Bangun Ruang Aman Ibu Hamil

Headline, Kesehatan480 Dilihat

Jakarta, Indonesiaxpos — Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang mencatat penurunan signifikan pada Angka Kematian Ibu (AKI) dalam lima tahun terakhir: dari 17 kasus pada 2021 menjadi hanya 2 kasus di tahun 2025. Meski demikian, kehamilan dan tahun pertama pasca melahirkan tetap menjadi masa yang rawan secara fisik dan emosional bagi perempuan. Sayangnya, aspek kesehatan mental ibu sering kali terabaikan.

Tekanan emosional selama masa kehamilan dan nifas dapat meningkatkan risiko komplikasi, bahkan kematian. WHO memperkirakan 10–20% perempuan mengalami gangguan kesehatan mental selama atau setelah kehamilan—angka yang lebih tinggi ditemukan di negara dengan akses layanan terbatas seperti Indonesia. Dampaknya tak hanya dirasakan ibu, tetapi juga berpengaruh pada tumbuh kembang bayi, termasuk risiko bunuh diri dan gangguan keterikatan.

Menjawab tantangan ini, Yayasan Project HOPE (YPH) melalui program Expanding Saving Lives at Birth (ESLAB) mengembangkan inisiatif One Cadre One Client dan pelatihan Peer Support Group (PSG) di Kabupaten Sampang. Program ini menciptakan ruang aman bagi ibu hamil untuk mengungkapkan perasaan, mengurangi stigma, dan mendapatkan dukungan psikososial yang lebih hangat.

Selama tiga hari pelatihan daring dan luring, bidan dan kader dibekali keterampilan kepekaan
psikososial oleh tim Ikatan Bidan Indonesia (IBI). “Saya sekarang jadi lebih peduli dengan kondisi ibu hamil di desa saya, jadi merasa ingin tahu kondisi ibu hamil yang saya dampingi bahkan ketika belum kunjungan saya sering menghubungi mereka untuk menanyakan kondisinya.,” ungkap Ibu Siti Rohmah-Kader Desa Ombe, Kabupaten Sampang.

Intervensi ini telah diterapkan pula di Grobogan, Indramayu, dan Sumedang sebagai bagian dari pendekatan holistik ESLAB yang menggabungkan pelatihan tenaga kesehatan, monitoring klinis pascapelatihan, dan distribusi alat medis. Hingga kini, sebanyak 244 bidan dan 244 kader telah dilatih di empat kabupaten.

Menurut YPH, “Kesehatan ibu tidak hanya soal medis, tapi juga tentang hati yang dijaga, rasa yang dipahami, dan suara yang didengar.” Johnson & Johnson sebagai donor utama dan Give2Asia sebagai penyalur dana, mengapresiasi pendekatan ini sebagai praktik baik yang layak untuk direplikasi.

Dampak dari kegiatan ini dipresentasikan dalam acara Final Evaluasi ESLAB di Indonesia yang digelar di Jakarta pada 15 hingga 16 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan dari empat kabupaten pelaksana, dengan tujuan mengidentifikasi praktik baik dan menyusun rekomendasi kebijakan agar program dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.

Tentang Yayasan Project HOPE:
Yayasan Project HOPE (YPH) telah lama dikenal di Indonesia sejak tahun 1960 dan aktif dalam berbagai program kesehatan, termasuk kesehatan ibu dan anak, penyakit menular, serta kesiapsiagaan bencana. YPH berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan lokal.

Mulai bulan Juli 2025 ini, YPH akan mengimplementasikan program baru bertajuk HER Way (Healthy, informEd, and Resilient for every girl and woman) atau dalam Bahasa Indonesia, SEKAR (SEhat, Kaya Pengetahuan, dan Resilien). Didukung oleh Kimberly-Clark Corporation, program ini ditujukan untuk
memberdayakan remaja putri dan perempuan muda di Indonesia agar menjalani transisi hidup dengan percaya diri, pengetahuan memadai, dan akses kesehatan yang berkualitas. Program ini akan dijalankan di Kota Tangerang, Kabupaten Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi.***

Komentar