Bukan Sekadar Audiensi, PTM Insan Cita dan Universitas Sahid Siapkan Kolaborasi Open Turnamen Tenis Meja

Headline, Nasional125 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Audiensi antara Pengurus Persatuan Tenis Meja (PTM) Insan Cita dan Universitas Sahid bukan sekadar kunjungan silaturahmi. Pertemuan yang berlangsung di Kampus Universitas Sahid, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026), itu menjadi langkah awal kolaborasi untuk menyelenggarakan Open Turnamen Tenis Meja yang akan diikuti pelajar sekolah menengah dan atlet dewasa dari berbagai klub tenis meja, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Mengawali audiensi, Sekretaris Jenderal PTM Insan Cita, Zainal Abidin, memperkenalkan jajaran pengurus PTM Insan Cita kepada Rektor Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas. Ia menjelaskan bahwa rencana penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja di Universitas Sahid berawal dari permintaan Karang Taruna Menteng Dalam untuk membangun sinergi dengan membuat berbagai kegiatan kepemudaan di Universitas Sahid.

Keinginan tersebut diwujudkan melalui rencana kolaborasi penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan, khususnya bagi atlet muda, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi olahraga, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Selain turnamen, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Diskusi Interaktif serta Pameran dan Bazar yang melibatkan perusahaan sponsor, donatur, dan pelaku UMKM.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Umum PTM Insan Cita, Penasehat PTM Insan Cita Furqan Buchari dan jajaran pengurus lainya serta Adi Sumardi Ketua Karang Taruna Menteng Dalam

Ketua Umum PTM Insan Cita menjelaskan bahwa setelah mendapat amanah dari Presidium MN KAHMI untuk menyelenggarakan Open Turnamen Tenis Meja dalam rangka memeriahkan HUT KAHMI ke-60, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menggelar Open Turnamen Tenis Meja yang juga sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali prestasi tenis meja nasional.

Menurut Ketua Umum, organisasi PTM Insan Cita juga mendapat dukungan sejumlah tokoh nasional dan mantan pejabat tinggi, antara lain Prof. Fachry Ali, Dr. Andi Mallarangeng, Prof. Andrinof Chaniago, dan Mayjen (Purn.) Zahari Siregar.

Ketua Umum menambahkan, Koordinator Presidium MN KAHMI sekaligus Wakil Menteri Agama RI, H.R. Muhammad Syafi’i (Romo Syafi’i), mendukung kegiatan ini dan beliau menekankan bahwa kedaulatan bangsa sebagai thema HUT KAHMI ke-60, perlu didukung dengan kebangkitan bangsa untuk maju dan berkembang. Semangat tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk kebangkitan prestasi olahraga nasional. Karena itu, pembinaan tenis meja melalui penyelenggaraan Open Turnamen secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah nyata dalam mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda.

Ketua Umum juga menyampaikan bahwa George Edwin Sugiharto selaku Ketua Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60 dan Ahmad Tuki sebagai Koordinator Panitia Bidang Olahraga menyambut baik kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat tersebut untuk semakin memeriahkan HUT KAHMI ke-60 sekaligus meningkatkan prestasi olahraga tenis meja Indonesia.

Menurut Ketua Umum, lahirnya PTM Insan Cita juga dilatarbelakangi keprihatinan terhadap menurunnya prestasi tenis meja Indonesia. Hal tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga dalam audiensi beberapa waktu lalu.

“Dalam pertemuan itu, Menpora mendorong agar lebih banyak Open Turnamen Tenis Meja segera diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Arahan itu menjadi motivasi bagi kami untuk mulai bergerak dari kampus-kampus,” ujar Ketua Umum.»

Ketua Umum mengatakan PTM Insan Cita memfokuskan program pembinaan melalui perguruan tinggi. Menurutnya, kampus merupakan tempat yang strategis untuk menjaring bibit atlet sekaligus menumbuhkan budaya olahraga di kalangan generasi muda.

“Melalui Open Turnamen ini, Universitas Sahid juga akan menjadi pusat perhatian masyarakat karena kegiatan akan dipublikasikan oleh media online, media massa, serta para kreator konten dan YouTuber. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus olahraga,” katanya.»

Rektor Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., menyambut baik kunjungan PTM Insan Cita dan mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan Open Turnamen tersebut.

“Kami merasa senang dan mengapresiasi kunjungan PTM Insan Cita ke Universitas Sahid. Ini merupakan langkah yang baik untuk membangun kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga,” ujar Giyatmi.»

Giyatmi juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan semangat HMI dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berkontribusi bagi bangsa.

Menurutnya, penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja menjadi kegiatan positif yang dapat mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang produktif dan berprestasi.

“Daripada generasi muda terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran, lebih baik mereka diberi ruang untuk berprestasi melalui olahraga. Kami optimistis kolaborasi antara Universitas Sahid dan PTM Insan Cita dapat memberikan manfaat yang luas,” katanya.»

Giyatmi menegaskan Universitas Sahid siap mendukung penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa Universitas Sahid memiliki tradisi memberikan penghargaan kepada para juara dalam berbagai kompetisi. Salah satu bentuk apresiasi yang dapat diberikan adalah beasiswa bagi peserta yang berprestasi.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Sebagai tindak lanjut, PTM Insan Cita bersama Universitas Sahid yang dibantu oleh Karang Taruna Menteng Dalam dan PTM. St. One, berencana menggelar Open Turnamen Tenis Meja, serta Diskusi Interaktif dan Pameran & Bazar pada akhir Agustus 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pembinaan atlet sekaligus mengembalikan prestasi tenis meja Indonesia. (Fit)

Komentar