Jakarta (IndonesiaXpos) Lama tak muncul di depan publik, motivator bisnis dan pakar kewirausahaan (Spiritual Entrepreneur) Ustadz Valentino Dinsi ternyata tengah menyiapkan agenda besar yang disebut bisa menjadi solusi peningkatan ekonomi umat sekaligus mendorong masyarakat menjadi pelaku usaha.
Bocoran agenda tersebut disampaikan Valentino di hadapan wartawan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) saat acara Halal Bihalal di sekretariat PJMI, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2026).
“Agenda itu ada dalam buku terbaru saya, yang saya beri judul Masjid Mandiri,” ujar Valentino.
Ia menjelaskan, buku tersebut merupakan karya keempatnya yang mengangkat tema masjid dan menjadi buku ke-31 selama ia berkarya menulis. Buku itu rencananya akan diluncurkan pada pertengahan Mei mendatang di Masjid Darussalam, Tugu Asri, Kota Depok, dengan mengundang ratusan pengelola (takmir) masjid.
Menurut Valentino, terdapat potensi dana besar yang dapat dikelola umat untuk meningkatkan ekonomi berbasis masjid.
“Ada potensi dana yang cukup besar yang bisa dikelola umat untuk meningkatkan ekonomi berbasis masjid. Saya sudah membuat skemanya, yang bisa diterapkan oleh masjid mana pun,” jelasnya.
Ia menegaskan, skema tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi sudah dirancang untuk dapat langsung diaplikasikan dalam bentuk aksi nyata.
Sebagai langkah awal, Valentino mengaku dipercaya untuk mengelola dan menyalurkan dana dari kalangan agniya (orang kaya) Muslim yang tidak ingin tampil di publik.
“Jumlahnya lumayan, bisa mencapai Rp300 miliar. Padahal awalnya saya hanya memprediksi kebutuhan sekitar Rp100 miliar,” ungkapnya.
Dana tersebut, lanjut Valentino, dapat digunakan untuk memulai berbagai usaha berbasis masjid. Namun, penyalurannya tidak dilakukan secara sembarangan.
“Tentu dana itu tidak digelontorkan begitu saja, harus ada kajian mendalam sehingga usaha yang dilakukan tidak rugi dan mensejahterakan komunitas (pengelola/jamaah) masjid,” terangnya.
Ia pun mengundang seluruh pengelola masjid untuk menghadiri peluncuran bukunya, guna mengetahui secara rinci skema dan program yang telah disiapkan.
Sementara itu, Ketua Umum PJMI Ismail Lutan menyatakan antusias terhadap program yang digagas Valentino. Ia menilai konsep ekonomi berbasis masjid dapat menjadi solusi, termasuk bagi kalangan wartawan.
Menurutnya, wartawan perlu mencari alternatif untuk memperbaiki perekonomian keluarga, terutama bagi yang sudah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan penghasilan dari dunia jurnalistik.
“Saya antusias dengan program ekonomi berbasis masjid yang digagas Ustadz Valentino ini.
Saya kira wartawan bisa berperan aktif dan berkolaborasi,” ujar Ismail . (*/fit)










Komentar