JAKARTA II (IndonesiaXpos) – Prince Dr. Damien Dematra kmbali mencetak sejarah. Meskipun Prince Dr. Damien Dematra telah berpulang, warisan nilai dan gerakan perdamaian yang dibangunnya terus memberikan dampak yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sosok yang dikenal luas dengan julukan “Prince of Peace” tersebut kembali dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian (Nobel Peace Prize). Salah satu penghargaan yang diakui sebagai penghargaan tertinggi dalam bidang perdamaian.
Dengan nominasi terbaru ini, Prince Dr. Damien Dematra tercatat telah menerima total 16 nominasi Nobel Peace Prize, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya yang berkelanjutan terhadap perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan global.
Penghargaan terhadap kiprah beliau tidak berhenti meskipun telah berpulang. Pada November lalu, beliau dianugerahi Medal of Tolerance, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan atas komitmennya dalam mempromosikan nilai toleransi, dialog lintas agama, dan harmoni antarbudaya. Penghargaan tersebut semakin menegaskan bahwa gagasan dan inisiatif yang beliau rintis tetap relevan serta berdampak nyata.
Hingga akhir hayatnya, Prince Dr. Damien Dematra konsisten menggaungkan pesan perdamaian. Beliau menghembuskan napas terakhir satu hari sebelum peluncuran Golden Rule Interfaith Youth Conference, sebuah konferensi pemuda lintas agama yang diinisiasinya untuk memperkuat kolaborasi dan saling pengertian antarumat beragama.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan. Ribuan pemuda lintas agama terus mengenang dan mendoakan beliau sesuai dengan keyakinan masing-masing. Para tokoh agama dari berbagai latar belakang turut menyampaikan penghormatan atas dedikasinya dalam membangun jembatan dialog dan persaudaraan.
Prince KPAA Dr. Damien Dematra dikenal sebagai tokoh multitalenta dan visioner. Selain sebagai aktivis perdamaian, beliau juga merupakan sutradara film, novelis, penulis naskah, produser, fotografer internasional, serta pelukis. Profil dan karya-karyanya telah dipublikasikan oleh berbagai media internasional ternama.
Sepanjang hidupnya, beliau menerima lebih dari 700 penghargaan nasional dan internasional serta memegang 13 rekor dunia di berbagai bidang kreatif dan produktivitas. Ia telah menulis 101 novel dalam dua bahasa, menghasilkan 81 film dan skenario televisi, serta memproduksi 48 film layar lebar. Sebagai pelukis, beliau menciptakan ribuan karya, termasuk 365 lukisan dalam satu tahun, dan menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Amerika Serikat.
Di tingkat global, beliau mendirikan Dewan Perdamaian & Kebudayaan Dunia serta menggagas Peace20 sebagai inisiatif yang berupaya berkontribusi dalam forum G20 melalui pendekatan budaya dan kemanusiaan.
Peace20 telah diselenggarakan di India, Brasil, dan Indonesia, serta berlanjut ke Afrika Selatan. Bersama Visions of Peace Initiative (VOPI), beliau juga memprakarsai berbagai gerakan kreatif berbasis seni yang diluncurkan di forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.
Beliau juga memprakarsai Hari Perdamaian Nusantara dan Hari Kebudayaan Internasional bersama berbagai raja, sultan, keluarga kerajaan, serta Dewan Kebudayaan Nusantara. Dukungan lintas kerajaan dan istana di dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa gerakan perdamaian yang beliau bangun telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan kepemimpinan tradisional.
Meskipun secara fisik telah berpulang, gerakan, konferensi, dan inisiatif yang beliau bangun terus berjalan dan berkembang lintas negara. Melalui Peace20 di berbagai benua, kolaborasi dengan kerajaan dan istana, serta program lintas agama dan budaya yang terus dilaksanakan, visi perdamaian yang beliau tanamkan tetap hidup dan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Warisan beliau bukan hanya catatan sejarah, melainkan fondasi yang terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata. Dinominasikannya kembali Prince Dr. Damien Dematra untuk Nobel Peace Prize meskipun telah berpulang menjadi salah satu bukti konkret bahwa kontribusi dan pengaruh yang beliau tinggalkan masih sangat signifikan serta terus memperoleh pengakuan di tingkat global.
Princess Natasha Dematra, menyampaikan: “Ayah saya mungkin telah berpulang, namun nilai, visi, dan semangat yang beliau tanamkan tidak pernah berhenti. Perdamaian yang beliau perjuangkan bukan sekadar gagasan, melainkan gerakan yang terus hidup melalui generasi muda yang melanjutkannya.”
Melalui karya, dialog, dan kolaborasi internasional yang terus berlangsung, semangat tokoh perdamaian Prince Dr. Damien Dematra tetap hadir menjadi inspirasi bagi dunia yang lebih harmonis dan lebih baik. – (rat/afit)








Komentar