Jakarta (IndonesiaXpos) – Dewan Pimpinan Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia (Bakomubin) melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Si, di Kantor Kemenko Kumham Impras, Jakarta, Kamis (6/11).
Rombongan DPP Bakomubin dipimpin oleh Ketua Umum, Dr. KH. Suhary AM., MA, dan Ketua Majelis Syuro, Drs. KH. Tatang M. Natsir Fathuddin. Turut hadir jajaran pengurus pusat: Drs. H. Tasyrifin Karim, M.Pd.I (Wakil Ketua Umum), H. Syamsuddin Dayan, SH., MH (Wakil Ketua Umum), H. Yanuar Amnur, S.Sos (Sekretaris Jenderal), Dr. H. Andi Kasman, M.M (Wakil Ketua Majelis Syuro), Ir. Zainal Fahmi Al Amri (Ketua Bidang Diklat), Dr. KH. Buchori Muslim (Wakil Sekretaris Majelis Syuro), Dra. Hj. Tati Ismet (Anggota Majelis Syuro), Ir. H. Ahmad Gemma N., ST., MBA (Ketua Bidang Ekonomi dan Usaha), serta H. Encep Suharyono, SH., MH (Ketua Bidang Organisasi).
Dalam pertemuan tersebut, KH. Suhary menyampaikan bahwa Bakomubin merupakan wadah pembinaan muballigh dan muballighat di tingkat nasional, wilayah, dan daerah, yang berkomitmen pada dakwah, tarbiyah, dan pemberdayaan umat.

“Bakomubin terus berikhtiar memperkuat peran muballigh sebagai penyampai nilai keislaman yang teduh dan mempersatukan. Kami berterima kasih kepada Bapak Menko yang telah membuka ruang dialog ini,” ujar KH. Suhary.
Salah satu agenda yang dipaparkan adalah Program Pelatihan Muballigh Kader Bela Negara, yang bertujuan membangun dai berkarakter patriotik, memahami empat pilar kebangsaan, dan berwawasan Islam rahmatan lil’alamin. Program ini telah berjalan di 10 zona nasional dan akan diperluas.
Bakomubin juga menyampaikan proses konsolidasi organisasi dan langkah penyesuaian legalitas kelembagaan melalui koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.
Selain itu, Bakomubin memaparkan rencana penyelenggaraan Halaqah Muballigh ASEAN ke-3 di Bandung pada April 2026, yang direncanakan mengundang Presiden RI Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim, serta mengajak Menko Yusril sebagai salah satu narasumber.
Menanggapi pemaparan tersebut, Menko Yusril menyampaikan apresiasi atas kiprah para muballigh dalam menjaga harmoni sosial dan penyadaran keagamaan di tengah masyarakat.
“Peran muballigh sangat strategis dalam pembinaan umat. Pemerintah tentu menyambut baik upaya penguatan kelembagaan dan program pembinaan yang dilakukan Bakomubin,” ujar Yusril.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan cair. Kedua pihak bersepakat untuk melanjutkan koordinasi dan kolaborasi dalam memperkuat dakwah, pembinaan sosial-keagamaan, dan penguatan wawasan kebangsaan. (fit)








Komentar