Koh Dondy Tan Kupas Islamic Dilemma versus Christianity Dilemma di Halagoh PW KBPII Jakarta di Gedung Dewan Dakwah

Dalam kajian tersebut, mualaf Koh Dondy Tan berbagi perjalanan spiritual hingga pemahaman perbandingan kitab suci, menjawab dilema teologis antara Islam dan Kristen.

Headline, Nasional562 Dilihat

Jakarta, IndonesiaXpos – Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PW KBPII) Jakarta menggelar Halagoh Kajian Islam bertema “Islamic Dilemma versus Christianity Dilemma” di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (20/9/2025) bertepatan dengan 27 Rabiul Awal 1447 H.

Acara ini dipandu oleh Agus Rosidin dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KBPII, H. Amir Hamzah, serta Wakil Ketua Umum Bakomubin DKI Jakarta, Joko Suyantono, SH, bersama sejumlah anggota. Selain itu, tampak pula kehadiran para bapak dan ibu dari kalangan umum yang antusias mengikuti jalannya kajian.

Halagoh menghadirkan pembicara utama Koh Dondy Tan, seorang mualaf yang dikenal aktif berdakwah dengan pendekatan perbandingan kitab suci. Dalam kesempatan ini, Dondy Tan menceritakan perjalanan spiritualnya. Ia menuturkan bagaimana pencarian panjang terhadap kebenaran membawanya mendalami berbagai kitab suci, mulai dari Taurat, Zabur, Injil hingga akhirnya Al-Qur’an.

“Ketika membaca Al-Qur’an, saya menemukan penjelasan yang logis, konsisten, dan menyentuh hati. Di sinilah saya mendapatkan jawaban tentang keesaan Tuhan yang sesungguhnya,” ujar Dondy Tan di hadapan peserta.

Dalam pemaparannya, ia mengulas dilema-dilema teologis yang muncul dalam Islam maupun Kristen. Menurutnya, Al-Qur’an hadir tidak hanya meluruskan kesalahpahaman dari tafsir kitab sebelumnya, tetapi juga menjadi penyempurna wahyu-wahyu terdahulu.

“Islam memberikan solusi atas dilema yang kerap muncul dalam ajaran agama lain, terutama soal konsep ketuhanan, wahyu, dan peran nabi. Karena itu, Al-Qur’an relevan sepanjang masa,” jelasnya.

Kajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, mencerminkan minat besar terhadap tema yang diangkat.

PW KBPII Jakarta berharap, melalui kegiatan ini umat Islam semakin memahami ajaran agamanya secara mendalam, sekaligus mampu menjawab berbagai dilema teologis yang berkembang di masyarakat. (Fit)

 

Komentar