Buruh Hadapi Krisis Iklim: KSBSI Dorong Transisi Energi yang Adil dan Berkeadilan

Headline, Nasional409 Dilihat

JAKARTA, Indonesiaxpos – Krisis iklim bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal masa depan jutaan pekerja. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menegaskan akan berada di garis depan memperjuangkan just transition atau transisi yang adil, agar perubahan menuju ekonomi hijau tidak mengorbankan hak dan mata pencaharian buruh. Komitmen ini disampaikan dalam konferensi pers di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KSBSI di Oasis Amir Hotel, Jakarta, 12 –14 Agustus 2025.

Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, menuturkan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak nyata pada dunia kerja. Mulai dari gangguan kesehatan dan keselamatan akibat cuaca ekstrem, hingga ancaman hilangnya lapangan kerja di sejumlah sektor.

“Transisi menuju ekonomi hijau adalah keniscayaan. Namun, prosesnya harus memastikan perlindungan hak-hak pekerja, menyediakan pelatihan keterampilan baru, serta menjamin keberlanjutan mata pencaharian. Itulah yang kami maksud dengan transisi yang adil,” kata Elly (14/8).

Rakornas KSBSI tahun ini mengusung tema “Memperkuat Gerakan Buruh untuk Menyongsong Era Pekerjaan Baru”, dengan salah satu fokus utama membahas strategi serikat buruh dalam menghadapi krisis iklim. KSBSI menilai, pemerintah, pelaku usaha, dan serikat buruh harus bekerja sama untuk:

1. Memastikan kebijakan iklim nasional selaras dengan perlindungan pekerja.

2. Mengintegrasikan program pelatihan keterampilan hijau (green skills) bagi tenaga kerja terdampak.

3. Menjamin dialog sosial yang inklusif dalam setiap kebijakan transisi energi dan industri.

4. Mendorong investasi ramah lingkungan yang membuka lapangan kerja layak.

KSBSI juga menyerukan agar pemerintah segera menyusun peta jalan transisi energi yang memasukkan aspek perlindungan sosial, jaminan ketenagakerjaan, dan standar upah layak bagi pekerja di sektor terdampak perubahan iklim maupun transisi energi.

Elly turut menyampaikan apresiasi kepada DTDA (Danish Trade Union Development Agency) atas dukungan terhadap pergerakan serikat buruh, termasuk dalam mengkampanyekan isu-isu global seperti perubahan iklim.

“Dengan Rakornas ini, kami ingin memperkuat solidaritas antar serikat buruh di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam agenda lingkungan hidup dan ketenagakerjaan yang berkeadilan,” tegas Elly. ***

Komentar