Sukabumi (IndonesiaXpos)- Dua pekan pasca banjir bandang dan longsor di Cisolok, Sukabumi, bantuan masih terus berdatangan. Salah satunya dari Pers Mobile Community (PMC) bersama lembaga kemanusiaan Indonesia CARE yang menggelar pengobatan gratis dan menyalurkan logistik, Sabtu (8/11).
Tim relawan harus menembus hujan dan jalan licin untuk mencapai Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolir akibat longsoran. Lokasi ini juga diketahui menjadi titik terdampak paling parah, dengan sembilan rumah tertimbun dan akses mobil nyaris terputus.
“Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan datang. Cuaca dan jarak bukan penghalang,” ujar Indri Retno Putranti, tim medis Indonesia CARE.
Tenaga medis yang turun melakukan dua skema pelayanan: pos pelayanan utama dan kunjungan langsung ke rumah warga yang tidak bisa beraktivitas keluar. Tim medis terdiri dari dr. Dindana Caesarea, dr. Dayang Indah Milennia Komalasari, Indri Retno Putranti, dan Faza Ahluna.
“Masyarakat di masa darurat sering menunda berobat karena akses sulit. Kami pastikan layanan kesehatan tetap bisa dijangkau,” kata dr. Dindana.
Direktur Jaringan Relawan Indonesia CARE, Mohammad Syahri atau akrab disapa Choy, menyebut kedatangan tim bukan sekadar membawa obat, tetapi juga dukungan moral.
“Yang kami bawa adalah kepedulian. Melihat warga tersenyum meski dalam kondisi sulit, itu jadi energi bagi kami,” ujar Choy.
Ketua Pelaksana PMC, Billy Adhyaksa, menilai kolaborasi ini menunjukkan gotong royong masih menjadi kekuatan di tengah masyarakat.
“Relawan media dan tenaga kesehatan bisa bersatu. Kami akan terus hadir selama warga masih membutuhkan,” kata Billy.
Bencana longsor di Cisolok terjadi pada 28 Oktober lalu. Hingga kini, beberapa titik masih belum dapat dijangkau kendaraan roda empat dan warga masih memerlukan dukungan berkelanjutan, terutama di sektor kesehatan dan pemulihan lingkungan.*/fit








Komentar