Pemprov Jabar Pacu UMKM Depok Naik Kelas Lewat Rancage

Daerah, Headline50 Dilihat

Depok (IndonesiaXpos) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin kreatif, mandiri, dan mampu bersaing. Salah satunya melalui kegiatan penguatan ekonomi lokal yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat di Kota Depok, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Barat tersebut merupakan pelaksanaan ke-7 di Kota Depok. Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pendamping UMKM, praktisi usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekonomi dari tingkat lokal.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, Irman Nugraha, S.H., M.H.

Hadir sebagai keynote speaker Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok Dr. Dudi Miraz Imaduddin, M.Si., Pendamping UMKM Kota Depok Tri Damayanti, serta narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi usaha.

Dalam sambutannya, Dr. Dudi Miraz Imaduddin mengatakan penguatan ekonomi lokal merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membangun ketahanan ekonomi di tingkat daerah.

Menurutnya, masyarakat memang tidak dapat sepenuhnya terlepas dari faktor eksternal. Namun, ketergantungan tersebut dapat dikurangi dengan memperkuat potensi dan kemampuan ekonomi dari tingkat lokal.

“Kemandirian ekonomi harus fokus pada penguatan ekonomi dari lingkup lokal. Kita memang tidak bisa lepas dari faktor eksternal, minimal kita kurangi ketergantungannya,” ujar Dudi.

Rancage Dorong UMKM Lebih Kreatif dan Berdaya Saing

Dudi menjelaskan konsep Ekonomi Rancage yang diusung Gubernur Jawa Barat. Rancage dimaknai sebagai cekatan, kreatif, terampil, dan berdaya saing.

Konsep tersebut diharapkan menjadi semangat bagi masyarakat dan pelaku UMKM Jawa Barat untuk terus meningkatkan kualitas usaha serta menciptakan produk yang mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun lebih luas.

Dalam penguatan ekonomi lokal, terdapat lima fokus yang menjadi perhatian.

Pertama, penguatan UMKM dan koperasi, termasuk penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih sebagai salah satu aktor utama pembangunan ekonomi daerah.

Kedua, kreativitas dan inovasi produk, sehingga produk lokal memiliki keunikan dan nilai jual yang lebih tinggi.

Ketiga, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas.

Keempat, digitalisasi, melalui pemanfaatan media sosial dan pelatihan kewirausahaan agar pelaku UMKM mampu mengikuti perkembangan pasar.

Kelima, pembangunan inklusif dan berkeadilan, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

UMKM Diminta Perkuat Storytelling dan Kemasan

Selain meningkatkan kualitas produk, Dudi juga mendorong pelaku UMKM untuk membangun storytelling atau cerita yang kuat di balik produk mereka.

Menurutnya, produk yang memiliki cerita dan identitas yang jelas akan lebih mudah dikenalkan kepada konsumen. Karena itu, pelaku usaha juga perlu memperhatikan desain kemasan agar lebih menarik, unik, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Pelaku UMKM juga didorong aktif mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi pemerintah daerah. Selain menjadi sarana promosi, pameran dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas jaringan pemasaran.

Sementara itu, narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi usaha menekankan pentingnya pelaku UMKM memperkuat aspek dasar usaha, seperti legalitas, sertifikasi halal, serta pendaftaran merek atau HAKI.

Kolaborasi antarpelaku UMKM juga dinilai penting agar pelaku usaha dapat saling mendukung, bertukar pengalaman, dan membuka peluang pasar baru.

UMKM Depok Tembus Pasar Amerika Serikat

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan salah satu contoh keberhasilan UMKM di Kota Depok. Sebuah usaha konveksi lokal disebut telah mampu menembus pasar ekspor Amerika Serikat dengan didukung 22 orang karyawan.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa UMKM lokal memiliki peluang untuk berkembang hingga pasar internasional apabila dikelola secara profesional, memiliki legalitas, konsisten melakukan inovasi, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Perwakilan panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat atas dukungan anggaran sehingga kegiatan penguatan ekonomi lokal tersebut dapat terlaksana.

Panitia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan minimal satu kali dalam sebulan, sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Depok mendapatkan pengetahuan, pendampingan, serta peluang untuk mengembangkan usahanya.

Melalui semangat Ekonomi Rancage, penguatan ekonomi lokal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong semakin banyak UMKM Depok untuk naik kelas, membuka lapangan kerja, dan memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional. (Iws)

Komentar