Menaker Yassierli Tinjau Sirkuit Mandalika, Siapkan SDM Unggul untuk Dongkrak Sport Tourism Indonesia

Headline, Nasional105 Dilihat

Lombok (IndonesiaXpos) – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke Mandalika International Circuit yang berada di kawasan The Mandalika, Jumat (3/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika melalui program pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mendukung pengembangan SDM di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia, termasuk KEK Mandalika yang terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia.

Dalam kesempatan itu, Yassierli menegaskan bahwa pengembangan SDM melalui pelatihan vokasi menjadi salah satu prioritas pemerintah. Menurutnya, kemajuan KEK Mandalika harus diiringi dengan tersedianya tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing global agar manfaat pertumbuhan investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa pelatihan vokasi yang saat ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika,” ujar Yassierli.

Melalui kolaborasi lintas kementerian dan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berharap program pelatihan vokasi mampu membuka peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat sekitar sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata, perhotelan, penyelenggaraan event internasional, hingga industri motorsport.

Usai meninjau sejumlah fasilitas di kawasan The Mandalika, Yassierli juga berkesempatan mengelilingi lintasan Mandalika International Circuit menggunakan safety car.

Didampingi jajaran pengelola kawasan, ia menyusuri sirkuit sepanjang 4,31 kilometer yang telah menjadi tuan rumah berbagai ajang balap internasional, termasuk MotoGP dan sejumlah kejuaraan roda dua maupun roda empat.

Peninjauan tersebut memberikan kesempatan bagi Menteri Ketenagakerjaan untuk melihat secara langsung kualitas infrastruktur, fasilitas pendukung, serta standar keselamatan yang diterapkan di sirkuit berstandar internasional tersebut.

“Alhamdulillah saya juga diberikan kesempatan untuk mencoba landasan sirkuit dan alhamdulillah suatu hal yang luar biasa. Tentu saya yakin akan bisa berkembang lebih lanjut ke depan,” ungkapnya.

Menurut Yassierli, perkembangan KEK Mandalika tidak hanya menjadi bukti kemajuan sektor pariwisata nasional, tetapi juga menunjukkan bagaimana kawasan ekonomi khusus mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia optimistis Mandalika akan terus berkembang sebagai destinasi internasional yang mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui program-program pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Menutup kunjungannya, Yassierli menyampaikan apresiasi atas perkembangan KEK Mandalika dan berharap kawasan tersebut terus menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.

“Sukses untuk KEK Mandalika, sukses menjadikannya sebagai salah satu ajang internasional yang membawa kebanggaan untuk bangsa Indonesia,” tuturnya.

Kunjungan Menteri Ketenagakerjaan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dan Mandalika Grand Prix Association dalam mendukung pengembangan SDM di sektor sport tourism.

Sinergi tersebut diharapkan melahirkan berbagai program pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri motorsport, pariwisata, perhotelan, penyelenggaraan event internasional, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Dengan demikian, Mandalika tidak hanya dikenal sebagai destinasi balap kelas dunia, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengembangan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global sehingga manfaat ekonomi dari setiap penyelenggaraan event internasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Barat. (mgpa/dfa)

Komentar