Menuju Kota Global, PKC PMII DKI Sebut Jakarta Masih Hadapi Persoalan Sampah dan Pendidikan

Headline, Organisasi112 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Pimpinan Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta menggelar seminar diskusi publik bertema “Jakarta Kota Global: Tantangan dan Peluang dari Perspektif Sosial, Tata Kota, dan Ekonomi” di Markas Komando Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta, Minggu (24/5/2026). ‎

‎Forum diskusi ini menghadirkan Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Nadin Asmarandjani serta Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia Justin Adrian.
Sementara Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chiko Hakim yang sebelumnya dijadwalkan hadir berhalangan. ‎

PKC PMII DKI Soroti Ketimpangan Pembangunan Jakarta

‎Ketua PKC PMII DKI Jakarta M. Nadzir Ahyaul’ilmi atau yang akrab disapa Tum Ulil menilai pembangunan Jakarta saat ini masih terlalu berorientasi pada kemegahan fisik dan belum sepenuhnya menyentuh pembangunan manusia. ‎

‎Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terus digenjot tidak akan memiliki dampak jangka panjang apabila sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial masih tertinggal. ‎

‎“Pembangunan fisik di Jakarta terus diprioritaskan, namun belum diimbangi dengan penguatan sektor pendidikan. Akibatnya, kemajuan ini menjadi rapuh secara sosial,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, konsep Jakarta sebagai kota global seharusnya tidak hanya diukur dari gedung tinggi, transportasi modern, maupun wajah kota yang semakin megah, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya. ‎

‎“Apakah orientasi pembangunan Jakarta hari ini lebih fokus pada infrastruktur fisik dibanding pembangunan sumber daya manusia?” katanya. ‎

Masalah Sampah Hingga Warga yang Belum Tersentuh Pembangunan

‎Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai masih menjadi masalah klasik Jakarta. Penumpukan limbah rumah tangga yang terus meningkat disebut menunjukkan pembangunan kota belum sepenuhnya berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

‎Menanggapi hal tersebut, Justin Adrian mengakui pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

‎“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Harus ada partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha agar penanganannya berjalan maksimal,” katanya. ‎

‎Sementara itu, Nadin Asmarandjani menyoroti masih lebarnya kesenjangan sosial di Jakarta meski kota ini menjadi pusat ekonomi nasional.

‎“Ketika kita berhenti hanya pada pembangunan fisik, Jakarta masih punya ribuan bahkan ratusan ribu orang yang belum terjangkau.
Pertanyaannya, apakah pembangunan kita sudah benar-benar menyentuh mereka?” ujarnya. ‎

‎Di akhir diskusi, para narasumber sepakat bahwa pendidikan, pemerataan kesejahteraan, dan pembangunan sosial harus menjadi prioritas agar Jakarta tidak hanya tampil modern secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi. (Iws)

Komentar