Jakarta (IndonesiaXpos) – Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Penerbit RajaGrafindo Persada menggelar Peluncuran Buku dan Talkshow Literasi Konstitusi Tahun 2025, Selasa (17/12/2025).
Kegiatan ini berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WIB bertempat di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan Nasional RI, serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Mahkamah Konstitusi RI serta Perpustakaan Nasional RI.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. Selanjutnya, sambutan pembukaan disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., yang menekankan pentingnya literasi konstitusi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Talkshow Literasi Konstitusi menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang hukum tata negara dan konstitusi, antara lain Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H. (Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2009–2013), Prof. Dr. Aswanto, S.H., M.Si., DFM. (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2019–2022), Dr. Khairul Fahmi, S.H., M.H. (Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas), serta Paulus Tri Agung Kristanto (Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Ketua Mahkamah Konstitusi RI pertama, yang turut memberikan perhatian terhadap penguatan literasi konstitusi sebagai fondasi demokrasi dan negara hukum.
Diskusi dipandu oleh Dr. Irfan Nur Rachman, S.H., M.H., Asisten Ahli Hakim Konstitusi Ahli Madya, yang mengarahkan dialog mengenai urgensi literasi konstitusi dalam membangun kesadaran hukum masyarakat di era demokrasi modern.
Selain peluncuran buku, kegiatan ini juga memberikan berbagai fasilitas bagi peserta, seperti e-sertifikat, seminar kit, serta doorprize. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran langsung maupun partisipasi daring.
Melalui kegiatan ini, Mahkamah Konstitusi berharap literasi konstitusi tidak hanya menjadi konsumsi akademik, tetapi dapat dipahami dan diterapkan secara luas oleh masyarakat sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. (Afit)
