Oleh-Oleh Diplomasi Presiden Prabowo untuk PM Narendra Modi, Angklung Jadi Simbol Persahabatan Indonesia–India

Headline, Nasional70 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Suasana hangat mewarnai pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di sela rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan satu set angklung sebagai cendera mata diplomasi yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya, menjelaskan bahwa pemberian angklung tersebut merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

“Di sela pertemuan, Presiden Prabowo memberikan oleh-oleh diplomasi berupa satu set angklung kepada PM Narendra Modi. Angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat, menjadi simbol persahabatan sekaligus kekayaan budaya Indonesia,” tulis Teddy.

Saat menyerahkan cendera mata tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pesan singkat kepada PM Narendra Modi.
“Untuk koleksi Anda,” ujar Presiden Prabowo.

PM Narendra Modi menerima hadiah tersebut dengan senyum sebagai bentuk apresiasi. Momen penyampaian cendera mata kemudian berlanjut ketika kedua pemimpin mencoba memainkan angklung secara bersama-sama.

Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi tampak menggoyangkan angklung yang mereka pegang sehingga menghasilkan alunan nada khas alat musik tradisional Indonesia.
Suasana yang semula berlangsung formal berubah menjadi lebih akrab di sela agenda kenegaraan.

Kehangatan semakin terasa ketika lagu “Kuch Kuch Hota Hai” dimainkan menggunakan set angklung tersebut. PM Narendra Modi tampak menikmati momen itu, sementara Presiden Prabowo ikut memberikan apresiasi.

Usai memainkan angklung, PM Narendra Modi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas cendera mata yang diberikan.

Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi budaya yang melengkapi hubungan Indonesia dan India. Selain kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan pertahanan, kedua negara juga terus memperkuat hubungan melalui pendekatan budaya sebagai salah satu sarana mempererat persahabatan antarmasyarakat. (Setpres/Fhm)