Kemnaker Gandeng Tiga Kampus Bandung, Siapkan SDM Unggul dan Perkecil Kesenjangan Dunia Kerja

Daerah, Headline118 Dilihat

Bandung (IndonesiaXpos) — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas Teknologi Bandung (UTB), Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Langlangbuana (UNLA), untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/6/2026), oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, bersama para rektor dari ketiga perguruan tinggi tersebut.
Cris Kuntadi mengatakan kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional sekaligus memperkecil kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan riset. Sementara itu, Kemnaker memiliki mandat untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun global.

“Kesepahaman Bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghasilkan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Cris Kuntadi.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program konkret yang dapat meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, baik melalui penguatan hard skills maupun soft skills. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa dan lulusan nantinya akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga penempatan kerja.

Bagi Kemnaker, kolaborasi ini akan memperkuat penyusunan kebijakan ketenagakerjaan yang berbasis riset dan data. Sementara bagi perguruan tinggi, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja global.

“Saya berharap penandatanganan hari ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi titik awal dari implementasi program-program kolaboratif yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara rinci, ruang lingkup kerja sama antara Kemnaker dan ketiga perguruan tinggi tersebut mencakup tiga bidang utama. Pertama, pengembangan kapasitas SDM melalui peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja modern.

Kedua, pengkajian kebijakan melalui pelaksanaan riset dan kajian mendalam guna mendukung perumusan kebijakan serta pembangunan di bidang ketenagakerjaan.

Ketiga, pengabdian kepada masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai program aplikatif yang mendukung penguatan ekosistem kerja di lingkungan masyarakat.

“Melalui kolaborasi akademis dan pemerintah ini, Kemnaker berharap lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan global sekaligus mempercepat pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi di Indonesia,” kata Cris.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah nyata Kemnaker dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor ketenagakerjaan guna menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten, produktif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja di masa depan. (Kemenaker/IXP)