Menuju PON 2026, AFI Jakarta Genjot Kualitas Wasit hingga Pelatih Floorball

Headline, Olahraga154 Dilihat

Jakarta (IndonesiaXpos) – Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) DKI Jakarta terus mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2026. Salah satunya dengan menggelar penataran wasit, pelatih, dan manajemen pertandingan floorball selama tiga hari, 19–21 Desember 2025, di Jakarta.

Penataran digelar secara bertahap. Hari pertama diisi dengan pembukaan secara daring melalui Zoom Meeting. Hari kedua berlangsung di Kampus 1 Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) dengan pemaparan materi teori, sementara hari ketiga difokuskan pada praktik lapangan di GOR TS Futsal Jakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai wilayah Jabodetabek.

Ketua Umum AFI Jakarta, Dr. Misbah Fikrianto, MM., M.Si., M.Pd., mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci penting dalam pengembangan floorball, khususnya menjelang PON 2026.

“Floorball memang masih tergolong cabang olahraga baru di Indonesia, tetapi perkembangannya cukup pesat. Pada PON XXI Medan–Aceh lalu sudah dipertandingkan dalam bentuk ekshibisi, dan kami berharap pada PON XXII di NTT nanti bisa dipertandingkan secara penuh,” kata Misbah.

Menurut Misbah, perkembangan tersebut harus diiringi dengan kesiapan pelatih, wasit, dan manajer pertandingan yang profesional agar pembinaan atlet berjalan terarah.

“Tanpa SDM yang andal, sulit mengharapkan prestasi. Karena itu, penataran ini menjadi bagian penting dari persiapan kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, AFI dalam waktu dekat akan menggelar sejumlah agenda besar, termasuk kejuaraan nasional pada awal 2026.

“Saya ingin AFI Jakarta bisa meraih hasil terbaik. Selain itu, kami juga sedang mengupayakan agar floorball dapat dipertandingkan dalam ajang olahraga bagi penyandang disabilitas. Semua ini membutuhkan pelatih, wasit, dan manajer pertandingan yang kompeten,” jelas Misbah, yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum AFI DKI Jakarta untuk periode kedua.

Materi Teknis dan Manajemen
Antusiasme peserta terlihat pada hari kedua penataran di Kampus UIA. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Materi disampaikan oleh pelatih nasional yang juga Sekretaris Jenderal AFI Jakarta, Julfikar, M.Pd.Or, serta pelatih nasional Kelik Wibawa.

Julfikar menjelaskan pentingnya manajemen turnamen yang profesional, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penugasan wasit, hingga penanganan komplain selama pertandingan.

“Penyelenggaraan turnamen tidak bisa dilakukan asal-asalan. Semua harus dipersiapkan dengan matang dan ditangani oleh orang yang kompeten,” ujar Julfikar.

Sementara itu, Kelik Wibawa memaparkan teknik permainan serta keterampilan dasar yang wajib dikuasai atlet dan pelatih. Ia juga berbagi pengalaman saat mendampingi tim floorball Indonesia di berbagai ajang internasional.

Menurut Kelik, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level dunia.
“Bibit atlet cukup banyak dan tersebar di berbagai daerah. Saat ini Jawa Timur masih mendominasi, tetapi daerah lain juga terus berkembang,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pembinaan mental dan sikap atlet.
“Skill itu penting, tetapi attitude juga sangat menentukan. Soliditas tim tidak akan tercapai tanpa sikap yang baik,” tutup Kelik. (*/Afit)