JAKARTA (IndonesiaXpos) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tampil santai tapi penuh semangat saat menjadi pembicara di HIPMI – Bamantara Indonesia Business Forum 2025 di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (21/10).
Dalam sambutannya, Bahlil mengawali dengan salam lintas agama sebelum menyapa sahabatnya, Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM dan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.
“Yang saya hormati Menteri Investasi, Kepala BKPM, sekaligus CEO Danantara Indonesia sahabat saya, Bang Rosan Roeslani,” ucap Bahlil disambut tepuk tangan hadirin.
Di depan para pengusaha muda dan tokoh bisnis, Bahlil menyinggung capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama di sektor energi.
“Hari ini tepat satu tahun pemerintahan Pak Prabowo. Kita punya tanggung jawab moral untuk menyampaikan apa yang sudah dikerjakan, terutama di sektor ESDM,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan, produksi minyak nasional atau lifting terus meningkat setelah sempat menurun beberapa tahun terakhir.
“Waktu saya masuk, lifting kita sekitar 582 ribu barel per hari. Sekarang sudah 690 ribu barel per hari, artinya target APBN sudah terlampaui,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.
Selain minyak, Bahlil juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Ia membeberkan, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai 8,19 juta ton, sedangkan kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 1,3 juta ton.
“Kita masih impor sekitar 6,5 juta ton LPG per tahun. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan gas terkompresi (CNG) sebagai pengganti LPG impor,” jelasnya.
Suasana forum sempat riuh ketika Bahlil berkelakar dengan .CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani.
“Saya ini enggak mungkin jadi menteri kalau bukan karena Bang Rosan yang baik. Tapi ingat, senior enggak pernah salah, itu hukum alam HIPMI!” celetuk Bahlil yang langsung disambut tawa hadirin.
Acara HIPMI – Bamantara Indonesia Business Forum 2025 ini menjadi ajang bagi para pengusaha muda untuk berbagi gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. (Aft)
